Kamis, 21 Agustus 2014

Sederhana.

Tania. 30 Maret 2012.
.
.
Aku tidak pernah mengerti cinta itu apa.
Hingga akhirnya aku mulai merasa getaran aneh menjalari dadaku. Rasa campur aduk saat aku menatapmu yang akhirnya membuat sebuah lengkungan manis dibibirku. Rasa ingin tahu aku tentang kamu, dimulai saat aku melihatmu memasuki kelasku dan berbicara dengan Karen, teman sebangkuku. "Apakah dia anak baru?" bisikku pada Karen. Aku bertanya seperti itu karena aku tak pernah melihatmu sebelumnya. Saat itu kamu yang ternyata mendengar pertanyaanku tersenyum. Astaga, ternyata kamu bukan anak baru, aku sungguh malu.

Dan saat itu juga, aku mulai merasa jatuh cinta kepadamu.

Tania. 04 April 2012.

Aku mencintai kamu dengan sederhana,
Sesederhana itu hingga mereka tak perlu tahu, sederhana karena tidak perlu dibeberkan. Mereka tahu aku menyukai kamu, tapi mereka mungkin tidak pernah tahu seberapa dalam aku mencintai kamu. Aku mencintai kamu dalam diam, hanya dua pasang mata yang saling bertemu; cinta.

Tapi apakah kita bisa berhubungan lebih dari sekedar kontak mata?


 Tania. 28 Oktober 2013.

Aku masih mencintai kamu, lho.
Mencintai kamu dengan sederhana. Mencintai kamu tanpa lelah. Tapi setelah beberapa periode cewek yang sudah bergonta-ganti menjadi pasanganmu; yang akhirnya membuat hatiku tercabik-cabik dan dengan bodohnya aku menghadapinya dengan sabar--Apakah kita bisa lebih dari sekedar kontak mata? Saat itu dengan bodohnya, seorang Tania, berharap menjadi seorang Frisa. Frisa, cewek terakhir Leo yang masih sangat Leo cintai.

 Kamu, Leo, bisakah berhenti memikirkan Frisa dan mulai menatapku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar